Sumatera Barat – Kisah inspiratif datang dari Masril Koto, seorang putra daerah asal Kabupaten Agam, Sumatera Barat, yang hanya mengenyam pendidikan hingga kelas 4 Sekolah Dasar (SD). Meski memiliki keterbatasan pendidikan formal, semangat dan kepeduliannya terhadap nasib para petani membawanya menciptakan perubahan besar.

Berawal dari keprihatinannya melihat banyak petani kesulitan memperoleh pinjaman modal dari perbankan karena tidak memiliki agunan dan penghasilan yang dianggap tidak menentu, Masril Koto mencari solusi yang berpihak kepada masyarakat kecil.

Pada tahun 2006, ia mengajak para petani untuk menyisihkan iuran secara gotong royong. Dana yang terkumpul kemudian menjadi cikal bakal berdirinya Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) yang dikelola langsung oleh para petani.

Gagasan tersebut sempat diragukan banyak pihak. Namun berkat kegigihan dan kerja sama masyarakat, lembaga keuangan yang dibangun itu berkembang pesat hingga melahirkan ratusan Bank Tani di berbagai daerah.

Keberhasilan Masril Koto menjadi bukti bahwa keterbatasan pendidikan bukanlah penghalang untuk berkarya dan membawa perubahan. Dengan tekad, inovasi, serta kepedulian terhadap masyarakat, ia mampu menghadirkan akses permodalan bagi para petani dan mengurangi ketergantungan mereka terhadap praktik rentenir.

Kisah ini menjadi inspirasi bahwa perubahan besar dapat lahir dari kepedulian, keberanian, dan semangat gotong royong untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Redaktur signifikan.com