Dugaan praktik kotor antara bandar narkoba dan aparat kembali mencuat di Medan Utara. Bandar narkoba berinisial C, yang dikenal sebagai residivis kelas kakap, disebut-sebut kebal hukum karena diduga kuat mendapatkan perlindungan dari oknum Polres Belawan.

Informasi yang beredar menyebutkan, C bukan hanya pemain lama dalam jaringan narkoba, tetapi juga memiliki hubungan khusus dengan aparat. Salah satu buktinya, saat C terlibat dalam kasus penembakan terhadap seorang warga, ia justru diselamatkan dari jerat hukum oleh oknum polisi Belawan.

Selain itu, C diketahui memiliki sebuah gudang di kawasan Belawan yang diduga kuat menjadi tempat penyimpanan narkoba. Namun, gudang tersebut hingga kini tak pernah disentuh penegakan hukum, meski masyarakat kerap menaruh curiga. Ironisnya, ketika warga mencoba menentang, mereka malah dilaporkan oleh C dengan tuduhan pengrusakan, dan laporan itu langsung diproses Polres Belawan.

Tak berhenti di sana, C juga disebut menjadi pemasok senjata airsoft gun kepada beberapa anggota yang berada di Belawan. Hubungan ini kian memperkuat dugaan adanya jaringan gelap yang melibatkan bandar narkoba dengan aparat kepolisian.

Lebih parah lagi, dalam setiap aktivitasnya, C kerap dikawal langsung oleh oknum Polres Belawan, seolah-olah ia adalah pejabat tinggi negara. Ia juga diduga memiliki mobil tanpa identitas resmi alias mobil bodong, yang keberadaannya diketahui aparat, namun dibiarkan begitu saja.

Selain itu, pola operasi C juga sangat terstruktur. Ia diduga kerap menciptakan keributan atau tawuran di kawasan Belawan sebagai strategi “cipta kondisi”. Saat kekacauan terjadi, narkoba dalam jumlah besar disinyalir masuk dengan mudah.

Kondisi ini memicu keresahan masyarakat. Dugaan keterlibatan oknum Polres Belawan dalam melindungi bandar narkoba jelas mencoreng wajah institusi kepolisian. Publik pun mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Sumut untuk segera turun tangan, mengusut tuntas, dan menindak tegas siapa pun aparat yang terbukti bersekongkol dengan jaringan narkoba.

Jika tidak ada langkah tegas, kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian akan terus merosot, sementara bandar narkoba akan semakin kebal hukum dan leluasa merusak generasi muda di Belawan.