JAKARTA, Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di gruduk massa aksi dari Mahasiswa Berdialektika Dengan Logika Sumatera Utara (Madilog Sumut). Untuk mendesak agar segera membongkar dugaan skandal korupsi pada proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Tapanuli Selatan. Jumat (10/07/2026).

Proyek yang menelan estimasi anggaran fantastis senilai Rp200 miliar hingga Rp250 miliar tersebut dinilai sarat akan praktik penyimpangan yang merugikan keuangan negara.

Koordinator Aksi Madilog Sumut, Habibi Hasibuan, dalam orasinya menyampaikan bahwa berdasarkan temuan di lapangan, proyek strategis ini terindikasi kuat menggunakan material bangunan ilegal tanpa legalitas hukum yang jelas. Lebih jauh, ia juga membeberkan adanya dugaan manipulasi rincian harga (*mark-up*) material demi memperbesar keuntungan kelompok tertentu.

"Masuknya material dari luar daerah secara masif tidak hanya berpotensi merugikan negara, tetapi juga mematikan urat nadi perekonomian pengusaha lokal dan memotong kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ini adalah bentuk kejahatan anggaran yang nyata," tegas Habibi Hasibuan di depan Gedung KPK RI, Jakarta.

Sebagai bentuk nyata dari pengawalan kasus ini, Madilog Sumut secara resmi menyampaikan tuntutan utama kepada KPK RI:

Meminta dengan hormat agar KPK RI segera memanggil dan memeriksa Direktur PT Nindyya Karya serta seluruh pihak terkait atas dugaan penggunaan material ilegal dan manipulasi harga (*mark-up*) pada pelaksanaan proyek Sekolah Rakyat di Tapanuli Selatan.

Mendesak KPK RI untuk segera melakukan audit investigasi menyeluruh, tegas, dan transparan guna mengusut tuntas indikasi kebocoran anggaran negara demi memulihkan keadilan hukum dan ekonomi bagi masyarakat.

Habibi menegaskan bahwa aksi ini bukanlah yang terakhir. Madilog Sumut berkomitmen untuk terus mengawal penanganan kasus ini hingga tuntas. Jika dalam waktu dekat belum ada progres konkret dan transparan dari pihak KPK, mereka memastikan akan kembali menggelar aksi unjuk rasa dengan gelombang massa yang jauh lebih besar.

Redaktur | Madilog sumut