Signifikan.com — Sumut

Deli Serdang – Sebuah insiden yang diduga sebagai bentuk provokasi terjadi di lingkungan Pesantren Al-Hidayah, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang. Peristiwa tersebut mencuat setelah ditemukannya benda berupa kepala babi yang diletakkan di teras depan masjid pesantren, sehingga memicu perhatian publik.

Pimpinan Pesantren Al-Hidayah, Al Ustadz Khairul Ghazali, menyampaikan bahwa pihaknya mengecam keras tindakan tidak bertanggung jawab tersebut yang dinilai mencederai nilai-nilai toleransi serta berpotensi mengganggu kerukunan antarumat beragama.

Menindaklanjuti kejadian ini, aparat penegak hukum telah bergerak cepat. Penanganan kasus saat ini berada di bawah koordinasi Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri, bersama Polda Sumatera Utara dan jajaran Polrestabes Medan guna mengungkap pelaku serta motif di balik peristiwa tersebut.

Dalam keterangannya, pihak berwenang juga mengimbau agar informasi terkait insiden ini tidak disebarluaskan secara berlebihan, mengingat potensi dampaknya terhadap isu SARA yang sensitif. Publik diharapkan tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada aparat.

Sementara itu, pihak Kementerian Agama Kabupaten Deli Serdang turut diminta untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa kasus ini sedang ditangani secara serius oleh aparat berwenang dan akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Pimpinan pesantren juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri, tidak terprovokasi, serta tetap menjaga persatuan dan keharmonisan di tengah kehidupan bermasyarakat.

“Kami berharap kejadian ini tidak merusak semangat kebersamaan dan toleransi yang selama ini terjaga dengan baik,” ujar Al Ustadz Khairul Ghazali.

Hingga saat ini, proses penyelidikan masih terus berlangsung. Aparat berkomitmen untuk mengungkap pelaku serta memastikan situasi keamanan tetap kondusif di wilayah tersebut.

(Redaktur signifikan.com)