Direktur Rumah Sakit Djasamen Saragih serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) menjadi sorotan publik usai ditemukan dugaan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh Direktur Rumah Sakit Djasamen Saragih dr. Aulia Sukri Sambas atas pengangkatan Wira Hadi Kusuma, S.T menjadi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Rumah Sakit Djasamen Saragih.

Wira Hadi Kusuma sebelumnya menjabat sebagai PPK di Dinas PUPR dinilai tidak pantas untuk diangkat menjadi PPK pada Rumah Sakit Djasamen Saragih, pasalnya Wira tidak memiliki sertifikasi kompetensi yang sesuai dengan diangkatnya Wira menjadi PPK Rumah Sakit.

"Tangkap dan Periksa Dirut Serta PPK Rumah Sakit Djasamen Saragih Siantar atas dugaan penyalahgunaan wewenang serta dugaan korupsi pada pengadaan Alkes Anggara 2025" Ucap Koordinator Aksi dalam Orasinya pada Rabu, 20 Agustus 2025

Ada dugaan KongKaliKong dalam pengadaan Alkes Anggara 2025 yang dilakukan oleh Direktur Rumah Sakit yang bekerjasama dengan PPK serta Kontraktor yang akan mengerjakan pengadaan Alkes pada Rumah Sakit Djasamen Saragih,

Selanjutnya ada informasi bahwa Direktur Rumah Sakit Djasamen Saragih dr. Aulia Sukri Sambas diduga sebagai "Tukang Tarik" dalam arti Calon Kontraktor Pengadaan Barang dan Jasa Harus Setor terlebih dahulu kepada Direktur Rumah Sakit beserta jajarannya untuk mendapatkan pekerjaan pengadaan barang dan jasa di RS Djasamen Saragih.

"Usut Dugaan Permainan KongKaliKong yang dipimpin oleh Direktur Rumah Sakit. Tidak hanya sampai disitu, Aulia Sambas Selaku Direktur Rumah Sakit juga terkenal sebagai TUKANG TARIK. Semua kontraktor yang ingin mendapatkan pekerjaan pengadaan barang dan jasa harus setor terlebih dahulu, jika tidak maka tidak akan mendapatkan pekerjaan itu" Ujar Tegas Koordinasi Aksi.

"Untuk itu Kami Meminta Kepada Bapak Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Agar Memeriksa serta Menangkap Direktur Rumah Sakit Djasamen Saragih serta PPK nya jika terbukti bersalah, hukum harus ditegakkan, Rumah Sakit Harus Bersih dari KKN sebab banyak nyawa yang harus ditangani dengan serius dan tidak main-main" Tutup Koordinasi Aksi Tegas.