Signifikan.com – Daerah

Sumatera Utara – Sejumlah masyarakat yang terdampak banjir di wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kota Sibolga mengeluhkan minimnya perhatian terhadap kondisi mereka pascabencana. Hingga kini, masih banyak warga yang mengaku belum merasakan bantuan nyata, terutama terkait perbaikan rumah dan pemulihan kehidupan mereka.

Banjir yang sebelumnya melanda beberapa wilayah di Sumatera Utara tersebut tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga menyebabkan kerugian besar terhadap harta benda masyarakat. Bahkan, dalam musibah itu ada warga yang kehilangan anggota keluarga akibat bencana tersebut.

Sejumlah warga mengungkapkan bahwa sampai saat ini banyak rumah yang rusak berat belum diperbaiki. Mereka terpaksa tinggal di rumah yang tidak layak atau menumpang di tempat kerabat karena belum adanya realisasi pembangunan kembali rumah warga yang terdampak.

“Kami hanya mendengar janji-janji saja. Sampai sekarang rumah kami belum diperbaiki, sementara semua harta benda sudah hanyut terbawa banjir,” ungkap salah seorang warga terdampak.

Selain kerusakan rumah, masyarakat juga mengalami kesulitan dalam memulihkan perekonomian keluarga. Banyak warga yang kehilangan peralatan kerja, ternak, hingga barang-barang berharga yang menjadi sumber penghidupan mereka sehari-hari.

Kondisi ini menimbulkan keluhan dari masyarakat yang berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret untuk membantu para korban banjir, terutama dalam hal pembangunan kembali rumah warga serta bantuan pemulihan ekonomi.

Masyarakat berharap perhatian serius dari pemerintah agar penderitaan mereka tidak berlarut-larut. Mereka juga meminta agar janji bantuan yang sebelumnya disampaikan dapat segera direalisasikan demi membantu warga bangkit dari dampak bencana yang mereka alami.

Hingga saat ini, warga terdampak banjir di wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kota Sibolga masih menantikan kepastian serta tindakan nyata dari pemerintah terkait pembangunan rumah dan bantuan bagi para korban.